Lucyana Dwi Fransisca "SMA PLUS NEGERI 2 BANYUASIN III"

Minggu, 06 November 2011

Peluang


Peluang adalah perbandingan antara banyaknya hasil yang dimaksud dengan banyaknya hasil yang keluar.
Peluang =      Banyaknya hasil yang dimaksud
                   Banyaknya hasil yang mungkin keluar
Rumus :



A.    KAIDAH PENCACAHAN
a.       Banyaknya kejadian suatu peristiwa/percobaan
 Apabila kita melempar sebuah dadu.
                                             I.       Hasil yang mungkin adalah angka 1,2,3,4,5,atau 6 dan keenam angka tersebut tidak sama.
                                          II.       Jika S melambangkan ‘hasil yang mungkin’ maka S= {1,2,3,4,5,6}.
                                       III.       Semua kemungkinan hasil dari suatu peristiwa disebut ruang contoh.
                                       IV.       Setiap gugus suatu ruang contoh disebut titik contoh.
Jadi banyaknya titik contoh dalam S ialah 6, dan ditulis n(S) = 6

b.      Makna Pencacahan
Apabila suatu himpunan A memuat r elemen dan himpunan B memuat s elemen, maka A x B adalah suatu himpunan yang memuat rs elemen, dimana rs adalah banyak pasangan berurutan (a,b) dengan a ϵ A dan b ϵ B. Misalkan A = {4,6,8} dan B = {y,z} maka A x B = { (4,y), (4,z), (6,y), (6,z), (8,y), (8,z) }. n(A) = 3, n(B) = 2,
 n(A xB)= 3 x 2 = 6

B.     PERMUTASI
a.       Notasi Faktorial
Jika ada 3 unsur yang hendak ditempatkan pada 3 tempat dengan posisi tidak melingkar, maka banyaknya susunan yang berbeda adalah 3 x 2 x 1 = 6 cara
Dalam matematika perkalian 3 x 2 x 1 dinotasikan dengan 3! Dibaca 3 faktorial. Demikian juga dengan bilangan lainnya.

Jadi, untuk n bilangan bulat positif , maka

n! = n(n-1)(n-2)x ... x 3 x 2 x 1

Dalam hal ini didefenisikan :

1! = 1 dan 0! = 1


C.     KOMBINASI

Kombinasi adalah suatu permutasi “ tanpa memerhatikan urutan unsur yang terpilih”.

Secara umum kombinasi r unsur dari n yang diketahui dimana rn adalah
C(n,r) =       n!                                                                                   r!  (n - r)!
 

C(n,r) =           n!
           

                                                                  
Contohnya:
Dalam suatu bilangan ulangan matematika, setiap siswa disuruh menjawab 5 dari 8 soal yang diajukan. Berapa banyak pilihan untuk menjawab soal tersebut?

Jawab :
Dalam kasus di atas, urutan nomor-nomor soal diabaikan. Permasalahannya adalah ada berapa cara memilih 5 soal dari 8 soal yang tersedia. Memilih 5 soal dari 8 soal = C (8,5) maka,

  C (8,5)  =    8!       =      8!    =    8.7.6   =  56 cara
           5! (8-5)!       5! 3!          3.2.1.







D.    RUANG SAMPEL

Ruang Sampel S adalah himpunan semua kemungkinan hasil, sedangkan titik contoh adalah setiap unsur dalam ruang sampel.
Contoh :
Pada percobaan melempar dua mata uang logam bersama-sama, dimana sisi-sisi uang logam adalah gambar (G) dan angka (A). Tuliskan :
i.                    Ruang sampel sisi-sisi uang logam
ii.                  Ruang sampel sisi gamba

Jawab :
i.                    Ruang sampel sisi-sisi uang logam yang muncul yaitu :
S = {(A,A), (A,G); (G,A); (G,G)} atau {AA, AG, GA, GG}
ii.                  Jika yang diamati adalah munculnya sisi gambar maka ruang sampelnya

S = {0,1,2}
Unsur 0 menyatakan tidak ada gambar yang muncul,
Unsur 1 menyatakan sebuah gambar yang muncul, dan
Unsur 2 menyatakan dua gambar yang muncul pada kedua sisi uang logam.


E.      FREKUENSI RELATIF

Frekuensi relatif adalah banyaknya nilai yang muncul dibagi dengan banyaknya percobaan yang dilakukan.

Rumus :

Frekuensi relatif =      Banyak kemunculan
                                        Banyak percobaan
 




Contoh :
Sebuah uang logam dilempar 20 kali, ternyata munculnya sisi gambar sebanyak  8 kali, maka:

Frekuensi relatif menculnya gambar =  8  =  2
                                                              20    5

F.      FREKUENSI HARAPAN

Frekuensi harapan adalah nilai kemungkinan dari suatu hasil dikalikan dengan banyaknya percobaan yang dilakukan.

Rumus :
Rekuensi harapan  =  Peluang x Banyaknya Percobaan
 



Contoh :
Sebuah dadu dilempar 20 kali. Berapakah frekuensi harapan muncul angka
genap ?

Jawab :

Peluang muncul mata dadu dengan angka genap :

P (mata dadu genap) = 3  =  1
                                      6      2

Jadi, frekuensi harapan =     1    x 20
                                              2
                                                             =  10 kali                                         
      


                                          
G.    DUA KEJADIAN SALING LEPAS

Kejadian A dan B dikatakan saling lepas, jika kejadian A dan B tidak dapat terjadi secara bersama-sama.

Rumus

P ( A atau B) = P(A) + P(B)
 



Contoh :
Sebuah dadu dilempar sekali. Berapa peluang muncul sisi genap, sisi ganjil, dan berapakah peluang saling lepas?

Jawab :
A = peluang muncul sisi genap
A = {2,4,6}
Jadi , n (A) = 3           P(A) =  3  =  1
                                            6      2
B = peluang muncul sisi ganjil
B = {1,3,5}
Jadi, n (B) = 3            P(A) =  3  =  1
                                           6      2
P(A atauB)  = P(A) + P(B)
                     = 1  +  1
                             2      2
                         = 1

Senin, 03 Oktober 2011